Masterpiece Opick di Album “Salam Rindu Ya Musthofa”

Industri musik Tanah Air boleh disebut-sebut sedang memasuki tahap yang sulit saat ini. Karena penjualan fisik CD album kurang menggembirakan. Tapi, Opick tak pernah lelah berkarya secara konsisten.

Karena penyanyi bernama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus itu selalu optimis  ada rejeki di setiap karya album yang dilempar. Apalagi, misi utama Opick adalah ingin mensyiarkan nilai-nilai Islami yang universal serta menginspirasi pendengar musiknya lewat lirik-lirik yang indah.

Album terbaru “Salam Rindu Ya Musthofa” diluncurkan Opick, awal Juni 2015 ini. Setiap tahun, jelang Ramadan, Opick memang selalu melempar karya album terbaru. Sejak album solo perdana pop religi diluncurkan tahun 2005, yaitu album Istighfar, Opick sejatinya, telah menghasilkan puluhan hit, hingga album Sahabat Sejati, yang diluncurkan tahun 2014. Musikalitas Opick plus kematangan batinOpick selalu tercermin dalam setiap hit-hit yang dihasilkan album-album solo religi-nya.

Lantas, apa istimewanya album terbaru ini? “Salam Rindu Ya Musthofa”, berisi 9 lagu. Ini spesial karena semua lagu terhitung tembang Shalawat untuk Rasulullah. Tiga di antaranya adalah Shalawat yang sudah melegendaris di dunia, dan dikenal umat Islam di segala penjuru dunia. Liriknya berbahasa Arab, tentunya. Lagu-lagu itu adalah “Ya Rabbi bil Musthofa”, “Sholatun Bissala mil Mubin” dan “Tola Al Badru”.

“Saya ingin kembali mengingatkan kita semua untuk selalu menumbuhkan kecintaan pada Rasulullah Muhammad,” tandas Opick, di sela-sela press conference launching album ini di Jakarta, awal Juni 2015.

Tembang “Tola Al Badru” adalah dendangan masyarakat Madinah yang disebut Kaum Anshar, ketika menyambut Nabi Muhammad Saw, saat hijrah dari Mekah ke Madinah bersama sebagian umat Islam Mekah (Kaum Muhajirin).

Irama yang riang menandakan kegembiraan masyarakat menerima kedatangan Rasulullah. Sementara, liriknya berisi puji-pujian tentang sosok Rasulullah, kekasih Allah tersebut. Dan, dua tembang Shalawat lainnya, yaitu “Ya Rabbi bil Musthofa” dan “Sholatun Bissala mil Mubin”, juga Shalawat yang sudah tidak asing lagi di telinga umat Islam.

“Dengan lagu-lagu itu saya mengajak semua pencinta tembang nasyid atau pop religi untuk bernostalgia tentang Shalawat yang pernah kita dengar berkumandang di masjid, musola atau langgar, saat kita masih kecil dulu,” tandas Opick.

Untuk kemasan musik, kali Ini Opick mengemas lagu-lagu di album terbarunya dengan konsep grande. Opick memilih style world music. Bahkan, syuting video klip Opick memilh setting-setting destinasi wisata nan indah yang ada di Tanah Air. Mulai dari Kawah Ijen, Bromo, Jawa Timur;  hingga Raja Ampat, Papua Barat.

Pemilihan world music dan juga imbuhan tiga lagu Shalawat yang sudah mendunia itu merupakan bagian dari jawaban Opick atas tantangan sebagian pencintanya di mancanegara. Biasanya di setiap panggung yang disinggahi Opick di Eropa, Turki atau Afrika serta Mesir, Opick selalu ditanya kapan menelurkan lagu berbahasa Arab atau Inggris.

“Saya enggak bagus bicara Inggris. Arab juga apalagi. Tapi, lewat tembang Shalawat yang mendunia berbahasa Arab di album ini,  semoga karya-karya saya bisa mendunia,” katanya. World music Opick dikemas dengan racikan khas.Ada unsure musik Turki, rampak gendang Minangkabau dan tentu dendangan khasnya.

Opick juga meneluarkan enam judul lagu berbahasa Indonesia yang juga berkonsep Shalawat atau puji-pujian pada Rasulullah Muhammad. Lirik-lirik lagu yang menyentuh itu membuat kita diajak Opick masuk kesuasana seseorang yang ‘jatuhcinta’ pada kekasih Allah itu. Sejatinya tembang cinta bukan hanya di jalur pop mainstream. Tembang Shalawat sepertinya boleh dibilang sebagai ‘tembang cinta kita pada Rasulullah Muhammad’.

“Setiap saya dengarkan lagi lagu-lagu di album ini saya seperti merinding, terharu sampai tersedu-sedu. Semoga demikian juga yang dirasakan pendengar album saya ini,” katanya.

Opick berharap album yang dianggap sebagai masterpiece-nya bisa dinikmati tidak hanya sebagai dendangan anak-anak di sekolah, atau kaum ibu dan majelis taklim. Tapi, juga kalangan yang lebih luas lagi, ya kaum profesional dan bahkan kalangan muda yang selama ini di nina bobokan dengan lagu-lagu cinta biasa. “Album saya ini bisa didengarkan sambil menyetir mobil dan kegiatan lain. Yuk kita bersenandung Shalawat di sela-sela kegiatankita,” katanya.

 

About Surya Pradana

Music Director, Website Administrator, Announcer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

8 × 1 =

x

Check Also

Aida Saskia ” SKSD “

Di awal tahun baru 2020, Aida Saskia fokus membuka lembaran baru dalam karir bernyanyinya. Ia ...