Jurassic World

Jurassic World : Rekayasa Genetik Dinosaurus yang Membawa Petaka

Pasca 22 tahun setelah peristiwa Jurassic Park, seorang pengusaha bernama Simon Masrani (Irrfan Khan) dan ilmuwan Dr. Henry Wu (B.D. Wong) mencoba kembali menghidupkan kembali warisan John Hammond (Richard Attenborough) itu. Mereka mendirikan Jurassic World persis di tempat atau lokasi yang sama di mana Jurassic Park dibangun, yaitu Isla Nublar, Costa Rica.

Dengan menawarkan berbagai pengalaman dan terknologi baru yang lebih canggih, ternyata Jurassic World tidak mencapai taget yang diinginkan perusahaan. Selama 10 tahun terakhir pengunjung mereka relatif menurun. Untuk itu, Masrani memerintahkan Henry Wu untuk menciptakan spesies dinosaurus baru untuk menarik pengunjung.

Awalnya, semuanya berjalan dengan baik, terutama ketika mereka berhasil membuat manusia bisa menaiki Triceratops layaknya kuda, dan Mosasaurus raksasa yang hidup di air layaknya ikan paus. Itu berhasil memikat pengunjung untuk sementara waktu. untuk lebih menarik, dibuatlah percampuran dinosaurus genetik baru yang diberi nama Indominus Rex. Namun sayangnya, untuk yang satu ini tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Itulah beberapa peristiwa inti yang mengawali salah satu film yang paling dinanti tahun ini, Jurassic World. Disutradarai oleh Colin Trevorrow, film ini bisa dikatakan mampu melepas dahaga para penggemar film dinosaurus. Anda akan dibuat takjub untuk kedua kalinya dengan peningkatan kualitas visual dan CGI dinosaurus yang sangat hidup. Sangat meningkat dari film Jurassic Park (1993).

Jurassic World juga menawarkan cerita yang lebih kuat dan kompleks dari sebelumnya. Cerita ini seakan menjadi nyawa dari film itu sendiri. Pasalnya, cerita film ini mampu merangsang pikiran penonton tentang arti dari hiburan yang aman dan seperti apa seharusnya memperlakukan hewan sebagai makhluk hidup. Ada pula kepentingan politik dan militer yang muncul dalam film ini.

Namun begitu, yang paling menarik di Jurassic World ini adalah tentang adanya hubungan emosi atau perasaan yang bisa muncul di antara manusia dan dinosaurus. Film ini seakan ingin menunjukkan, manusia bisa mengontrol dinosaurus layaknya hewan peliharaan. Inilah yang ditunjukkan oleh Owen (Chris Pratt) di mana dia mampu mengontol Raptors lewat kedekatan emosi.

Selain itu, yang juga menjadi perbedaan dengan film Jurassic Park (1993) adalah lebih banyak humor yang ditampilkan. Faktor Chris Pratt dan Jake Johnson yang berperan sebagai Lowery adalah yang bertanggung jawab soal itu. Karakter Lowery seakan mampu meredakan dan menimimalisir ketegangan intens yang terjadi dalam film. Seperti saat-saat genting kejar-kejaran dengan Indominus Rex dan lain sebagainya.

Pesan moral keluarga juga diselipkan dalam film ini. Terutama soal kepercayaan yang diberikan seorang anggota keluarga kepada anggota keluarga yang lain. Konflik kecil ini akan terjadi pada sosok Claire (Bryce Dallas Howard) yang diminta untuk menjaga dua keponakannya, Zach (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins) yang berkunjung ke Jurassic World.

Penasaran dengan kisah selengkapnya? Saksikan Jurassic World mulai 10 Juni 2015.

Sumber : http://www.21cineplex.com

About Reza Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 × = 2

x

Check Also

Child Play (2019)

Child’s Play (2019)

Film Child’s Play kembali dengan karakter ikonisnya, boneka Chucky sang pembunuh. Franchise film ini memang ...