Home » Movie » Child’s Play (2019)
Child Play (2019)

Child’s Play (2019)

Film Child’s Play kembali dengan karakter ikonisnya, boneka Chucky sang pembunuh. Franchise film ini memang telah menjadi salah satu film horor klasik dengan kalangan penggemarnya tersendiri.

Selama 20 tahun, ada tujuh film dalam waralaba Child’s Play yang selalu membawa kembali Chucky sebagai antagonis utamanya. Dimulai dari boneka yang dirasuki roh pembunuh berantai, kini Chucky tampil dengan kisah serupa tapi enggak sama.

Mengisahkan Andy yang mendapatkan boneka baru yang kemudian diberi nama Chucky. Awalnya mereka berteman, mengingat Chucky merupakan seri boneka Buddy keluaran perusahaan teknologi terkemuka, Kaslan Corporation.

Belakangan, Andy tahu bahwa Chucky merupakan sebuah kesalahan yang membahayakan nyawanya dan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana Andy bisa melindungi orang-orang tersayang dari boneka Chucky-nya?

Film Child’s Play menjadi remake sekaligus reboot yang agaknya mau mencoba keluar dari pakem franchise lamanya. Bedanya, unsur kekinian yang ada dalam kisahnya.

Jika dulu Chucky tercipta karena seorang pembunuh berantai memindahkan jiwanya ke dalam boneka menggunakan ilmu voodoo, kali ini keberadaan Chucky sebagai boneka pembunuh jauh dari hal-hal klenik itu.

Sebaliknya, penulis skenario Tylor Burton Smith, yang berpengalaman menggarap naskah video game Sleeping Dogs, memasukkan unsur teknologi ala Black Mirror di dalamnya. Dengan premis yang lebih masuk akal, yaitu sebuah kemajuan teknologi dapat menjadi bencana jika disalahgunakan.

Child’s Play (2019) pun jadi terlihat lebih masuk akal, bukan lagi sekadar film tentang pembunuhan terencana gila-gilaan yang dilakukan sebuah boneka.

Terlihat relevan, Child’s Play (2019) pun mudah menarik perhatian pada awalnya. Jika film pertamanya yang rilis pada 1988 terkesan berkutat di lingkungan yang itu-itu aja, remake ini justru langsung membawa penonton ke Vietnam, tempat segalanya bermula.

Meski kalian udah dikasih tahu penyebab Chucky modern ini jadi mesin pembunuh, tetap aja kalian enggak bakal menyangka proses yang disiapkan Smith dan Lars Klevberg buat menjadikan Chucky mesin pembunuh gila.

Perlu diakui, sama sekali enggak ada tekanan berlebih selama menonton remake sekaligus reboot ini. Sebaliknya, sejak awal justru suasana menyenangkan yang lebih banyak digambarkan.

Selain wujud Chucky yang lebih “imut” di remake ini, sosok Andy yang kali ini seakan “terikat” sama Chucky bikin ketegangan film ini tersimpan sampai menjelang pertengahan film.

Hal ini bukan berarti buruk. Sebaliknya, kalau kalian ingat Happy Death Day 2u(2019), film Child’s Play justru punya suasana yang serupa. Menyenangkan di awal, tapi sedikit demi sedikit terus menegangkan sampai filmnya selesai.

Berbeda dengan film pertamanya yang sejak awal menggambarkan Chucky sebagai boneka yang berkarakter, remake ini justru menghadirkan Chucky sebagai boneka “kosong” awalnya.

Lingkungan dan berbagai informasi yang diserap kemudian menjadikan Chucky mesin pembunuh tanpa ampun. Jadi, pada awalnya mungkin secara enggak sadar kalian bakal menikmati keberadaan Chucky sekaligus kebersamaannya dengan Andy.

Sayangnya, usaha buat memberikan sajian yang beda dengan film pertamanya dan film lain dalam franchise-nya ini enggak bertahan setelah melewati pertengahan film. Tentunya, film Child’s Play tetap butuh Chucky sebagai boneka pembunuh. Maka, dimulailah aksi Chucky yang membuat Andy semakin enggak menyukainya.

Awalnya, Andy menerima Chucky apa adanya, meski ada malfungsi yang telah diperlihatkan Chucky. Andy bahkan mendapatkan teman berkat Chucky! Ini sebetulnya suatu kemajuan mengingat Chucky bisa terlihat begitu menggemaskan di mata anak-anak tanpa kecurigaan berarti.

Keberadaan anak-anak yang merasa nyaman di dekat Chucky sebetulnya bisa dijadikan sorotan lebih buat membangun kontras atas perilaku Chucky yang nantinya menjadi pembunuh mengerikan.

Sayangnya, dengan durasi 90 menit, keterlibatan anak-anak dalam perubahan Chucky ditampilkan dengan cepat. Malahan, anak-anak (khususnya Andy) terkesan terlalu cepat dan santai menanggapi perubahan tersebut.

Akhirnya, rasa simpati yang tadinya terpupuk buat Chucky jadi cepat hilang, bahkan sebelum Chucky mulai memperlihatkan kelihaiannya membunuh. Ini yang membuat Chucky jadi boneka pembunuh yang justru kurang berkarakter.

Sebagaimana film-film horor lainnya, sayangnya film Child’s Play (2019) masih belum bisa lepas dari formula klise film horor. Orang tua enggak pernah menganggap serius omongan anaknya soal hantu atau hal aneh lainnya sampai keadaan udah genting dan mereka sendiri yang mengalaminya.

Ditambah lagi, film ini juga masih mengikuti formula penyelamat datang pada saat terakhir. Memang, sih, mungkin bagian ini awalnya dibuat demi plot twist karena film horor dengan plot twist kayaknya bakal terlihat keren. Sayangnya, bukan jadi plot twist, malah bikin antiklimaks.

Meski begitu, yang patut diacungi jempol adalah permainan jump scare yang cukup lihai ditempatkan di bagian-bagian penting. Kalian memang bakal langsung dikasih jump scare di menit-menit awal film.

Selanjutnya, enggak ada banjir jump scare sehingga fiilm Child’s Play bisa dinikmati tanpa perlu tutup telinga. Tutup mata pun rasanya enggak perlu karena bisa dibilang remake ini lebih ramah memberikan gambaran pembunuhannya yang sebetulnya terlihat cukup masuk akal.

Film Child’s Play (2019) bisa dibilang berhasi jadi remake sekaligus reboot yang menghibur. Saat ini, memang udah bukan masanya lagi sebuah boneka dirasuki pembunuh jahat yang memang enggak ada alasan apa pun buat membunuh.

Sebaliknya, kita butuh film-film thriller dengan pembunuhan yang beralasan, yang enggak cuma menjadikan sosok penjahatnya sebagai antagonis, tetapi juga bisa menuai simpati.

Film Child’s Play (2019) sekarang udah bisa kalian tonton di bioskop. Namun, buat kalian yang gampang mual lihat darah, kalian bisa tonton Stuber yang mulai tayang sejak 24 Juli 2019.

Sumber: https://www.kincir.com

About Reza Permana

Program Director, Website Administrator, Announcer, IT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

8 × = 64

x

Check Also

My Stupid Boss 2

My Stupid Boss 2

Film My Stupid Boss yang diangkat dari dari sebuah novel dengan judul yang sama karya ...