ayah

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir : Seorang Pria dengan Kekuatan Cintanya

Meski terhalang restu oleh orangtuanya, Arjuna Dewangga (Fedi Nuril) memilih untuk tetap menikahi belahan jiwanya, Keisha Mizuki (Kelly Tandiono), seorang gadis keturunan Jepang. Dan pernikahan mereka membawa lahirnya Mada (Naufal Azhar) ke dunia.

Sayangnya, di hari Mada lahir, Juna harus kehilangan sang istri yang lebih dulu ‘dipanggil’ oleh Tuhan YME. Kesedihan ini tentu terasa amat dalam bagi Juna, khususnya ia harus membesarkan Mada seorang diri, merangkap menjadi figur ayah juga ibu.

Untungnya proses membesarkan Mada dilakukan dengan sepenuh hati oleh Juna. Hingga Mada beranjak remaja dan saat ini sudah duduk di bangku SMA. Juna juga mendukung hobi Mada bermain go-kart setiap akhir pekan. Keduanya seringkali melakukan segala hal berdua dan sangat menikmatinya.

Namun lagi-lagi Juna dihadapkan oleh kenyataan yang sulit. Mada belakangan ini sering merasakan sakit di kepalanya, hingga akhirnya Mada harus kehilangan konsentrasi saat sedang bermain go-kart. Juna pun bergegas membawa Mada ke rumah sakit.

Vonis yang diberikan dokter sangat serius. Mada terkena kanker di otaknya, dan disarankan untuk segera operasi dengan membuka kerangka kepalanya. Sebagai seorang apoteker yang mengerti akibat dari operasi tersebut, Juna sangat ketakutan. Ia justru memilih untuk melakukan obat-obatan tradisional dan alternatif untuk membantu kesembuhan anak tercintanya itu.

Berhasilkah Mada sembuh dari kanker? Atau Juna akan mengalami kehilangan untuk yang kedua kalinya?

Sebuah persembahan terbaru dari MD Pictures telah tersaji di bioskop. Ayah Menyayangi Tanpa Akhir mengusung tema drama keluarga yang menggali lebih dalam hubungan seorang ayah dan putranya.

Menariknya, film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir tak diproduseri oleh Manoj Pundjabi seperti film-film MD lainnya. Kesempatan kali ini, Manoj memberikan kesempatan pada Hanny R. Saputra untuk menjadi produser sekaligus sutradara film ini.

Sebagai sebuah mahakarya, Ayah Menyayangi Tanpa Akhir dapat dikatakan sebagai paket lengkap untuk ‘menyedot’ penonton. Mengapa? Selain karena diperankan oleh Fedi Nuril yang namanya tengah melambung lantaran kesuksesan film Surga yang Tak Dirindukan (2015), nilai komersial film ini juga cukup tinggi mengingat ambiencenya hampir serupa dengan film Surga yang Tak Dirindukan.

Kekuatan cerita sepertinya menjadi hal yang utama dari film ini, karena bisa memberikan motivasi sekaligus pesan yang positif bagi para penontonnya. Banyak momen-momen haru yang ditunjukan yang membuat sobat nonton sepertinya harus sedia tissue saat menyaksikan filmnya.

Penasaran dengan mahakarya terbaru MD Pictures? Saksikan film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir di bioskop kesayangan kamu.

Sumber: http://www.21cineplex.com

About Reza Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

8 + 2 =

x

Check Also

Child Play (2019)

Child’s Play (2019)

Film Child’s Play kembali dengan karakter ikonisnya, boneka Chucky sang pembunuh. Franchise film ini memang ...