Avengers Age Of Ultron: Ketika Robot Super Cerdas Menjadi Ancaman Dunia

Siapa bilang kalau film superhero, khususnya Marvel, tidak memiliki pesan moral, dan hanya entertainment saja? Buktinya, Avengers: Age of Ultron ini memiliki pesan moral yang sangat kuat. Apakah itu? Tentunya salah satunya adalah kerjasama.

Semua ini tidak akan terjadi bila Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) tidak merahasiakan keinginannya untuk membuat robot super kuat dan cerdas untuk program perdamaian serta membantu para Avengers dalam membasmi kejahatan. Ia hanya membagi pikirannya itu kepada anggota Avengers yang sama cerdas dengan dirinya, Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo).

Bahkan dari niat yang mulai, sesuatu yang buruk pun dapat terjadi diluar kendali Stark dan Banner.

Menjelang pesta perayaan kemenangan Avengers karena berhasil mengambil tongkat Loki dari tangan Hydra, selama beberapa hari, Stark dan Jarvis sibuk meneliti tongkat tersebut serta batu ajaib macam apa yang ada di tongkat itu. Namun semuanya berubah, justru saat para anggota Avengers sedang asyik berpesta.

Ultron (James Spader), begitulah program robot buatan Stark dinamakan. Ia tiba-tiba bangun dalam sebuah kerumitan jaringan. Sesama program, Jarvis mencoba mengajaknya berbicara, namun gagal. Ultron meniadakan Jarvis begitu saja. Ia kemudian mengumpulkan semua perangkat padat yang ada di lab Stark dan memakainya sebagai tubuhnya. Ya, Ultron ini jauh lebih cerdas dan hebat dari perkiraan Stark.

Dan dalam hitungan jam saja, Ultron yang notabenenya adalah sebuah program, sudah dapat membangun dirinya sendiri, dan langsung memporak-porandakan tempat para Avengers sedang melakukan pesta kemenangan. Rupanya, Ultron, berniat untuk memusnahkan Avengers, dan membangun kembali dunianya sendiri setelah seluruh makhluk di Bumi dibinasakannya.

Cerita di atas adalah tahap awal dari film Avengers: Age of Ultron. Setelah itu suasana mencekam dan tegang, baku tembak serta perkelahian pun langsung dimulai. Para Avengers mencoba merebut tongkat Loki dari tangan Hydra dan mengamankannya. Benar-benar pembukaan yang fantastis.

Dan bicara soal Avengers: Age of Ultron, maka bicara soal Marvel. Salah satu faktor dinanti-nantikannya film ini adalah kehadiran anak kembar dari Magneto, Quicksilver dan Scarlet Witch yang diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson serta Elizabeth Olsen. Bisa dikatakan, dua orang ini mampu melakoni peran mereka dengan apik. Sosok mereka yang masih muda namun memiliki kekuatan super tentu membuat penyegaran tersendiri. Namun pertanyaannya adalah, apakah Quicksilver dan Scarlet Witch ada di pihak Avengers? Atau justru di pihak Ultron?

Seperti sudah dijanjikan, Avengers: Age of Ultron akan lebih menggali lagi tentang karakter dari Black Widow (Scarlet Johansson) dan Hawkeye (Jeremy Renner). Memang, tidak seperti yang lain, Black Widow dan Hawkeye tidak memiliki film solo mereka sendiri. Kendati demikian, dengan Avengers: Age of Ultron, Anda akan berkesempatan mengenal dua sosok ini sama dalamnya dengan mereka yang memiliki film solo sendiri.

Yang menarik lainnya di film ini adalah, Joss Whedon selaku sutradara memilih untuk menghadirkan romansa antar dua tokoh penting di Avengers: Age of Ultron. Cinta dan pengorbanan yang begitu besar, ditengah kondisi yang begitu rawan dan mengancam kehidupan umat manusia.

Avengers: Age of Ultron yang digarap dengan anggaran produksi sebesar 250 juta dolar AS ini hadir dalam 2 jam 21 menit durasi pemutaran. Dan selama itu, Anda bukan hanya akan antusias, namun untuk sekali ini, film superhero mampu memainkan dinamika emosi Anda. Datang dan pergi, hidup dan mati, semua terjadi begitu saja.

Mengingat semesta Marvel sangatlah luas, lagi-lagi Whedon mengambil keputusan yang brilian. Beberapa tokoh yang ada di film solo superhero Avengers, akan ditampilkan di film ini, demi keselarasan, dan kesinambungan cerita. Sebut saja, ada profesor super cerdas dari London, Erik Selvig (Stellan Skarsgard) yang akan membantu penemuan jalan keluar untuk memecahkan misteri Ultron dan batu ajaib di tongkat Loki.

Dan seperti biasanya, film superhero Marvel selalu memiliki kejutan-kejutan kecil yang bisa membuat penonton berteriak kagum ataupun bertepuk tangan. Seperti kehadiran Veronica, yang nanti dapat Anda lihat di Avengers: Age of Ultron.

Pengambilan angle-angle khas Marvel juga diterapkan oleh Whedon dan sinematografer, Ben Davis. Seperti saat para Avengers berkumpul melingkar dan masing-masing melawan targetnya. Atau angle saat Hulk menyerang secara tiba-tiba, dan angle baru yang akan Anda lihat seiring dengan kehadiran si super cepat, Quicksilver, dan si mistis, Scarlet Witch.

Sumber : http://www.21cineplex.com

About Reza Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

+ 31 = 37

x

Check Also

Child Play (2019)

Child’s Play (2019)

Film Child’s Play kembali dengan karakter ikonisnya, boneka Chucky sang pembunuh. Franchise film ini memang ...